Razan, the Brave Little Doctor and Martyr - Growth stories

Razan, the Brave Little Doctor and Martyr

Story Description

An inspiring and deeply moving tale of a young, passionate girl named Razan who balances her school life with a burning desire to help others through medical volunteering. Even when tragedy strikes her village, her unwavering spirit shines as a beacon of hope and selflessness. A heartbreaking yet beautiful story about family love, resilience, and the ultimate sacrifice of a young hero.

Ratings:Not enough ratings
Language:English
Published Date:
Reading Time:1 minutes

Keywords

Generation Prompt

Buatkan story book berjudul"Razan,sang dokter cilik yang syahid"menceritakan seorang gadis kecil berhijab merah yang memiliki semangat tinggi dalam mengikuti PMR dan pelajaran di sekolahnya, halaman maksimal 4 kalimat,menggunakan bahasa yang sering digunakan sehari hari dan mudah dimengerti semua pembaca,tokoh utama bernama"Razan"(gadis berhijab merah),tokoh lainnya,yaitu:Ayahnya Razan (Ashraf ( orang arab ) yaitu seorang pebisnis besi tua dan akhirnya banting setir jadi montir sepeda motor tetapi menganggur setelah kematian putri sulungnya ,ibunya Razan (Shabreen ( seorang muslimah yang merupakan orang pribumi sunda ),Teman Razan ( Faris Al-Qidra ), Sinopsisnya: • Tanggal 13 September 2007,sebuah rumah sakit terdengar suara tangisan bayi, menjadi awal baru bagi Ashraf dan Shabreen, putri mereka yang pertama, Razan, lahir di malam itu juga. • seiring waktu, keluarga mereka semakin ramai, Karena lahirnya adik-adik Razan, 3 adik laki-laki, dan 2 adik perempuan, dan si sulung,Razan, sudah semakin besar, mereka tinggal di sebuah apartemen di Cugenang, Cianjur • Razan, kini duduk di Sebuah sekolah menengah pertama di Cianjur, dan setiap hari Rabu, dia mengikuti Ekskul PMR, dan setiap hari Selasa sore sepulang sekolah, dia ikut kursus kaligrafi, tidak hanya itu, di kelas, dia terpilih sebagai Sie. Kesehatan. Ashraf dan Shabreen pun tidak lupa mendukung dan menyemangati putrinya dalam aspek pendidikan dan dunia medis. • namun,Tragedi memilukan terjadi ketika senin siang, 21 November 2022 , jam istirahat kedua, di saat para murid berhamburan keluar kelas, mereka, termasuk Razan, tetiba merasakan guncangan dahsyat,semua warga sekolah, berhamburan keluar gedung. • sebagian besar gedung hancur, dan sebagian besar penduduknya selamat, merekapun terpaksa harus mengungsi ke depan masjid, keesokan harinya, selesai melakukan KBM sementara di salah satu tenda yang menjadi sekolah para anak pengungsi. Razan, hendak pulang ke tenda, namun dihampiri oleh salah seorang tenaga medis. Seorang tenaga medis tersebut berkata bahwa anggotanya kekurangan 1 orang, sekaligus menawari Razan untuk menjadi dokter cilik untuk mengisi kekurangan anggota,bukannya menolak, tp justru mau ditawari untuk menjadi dokter cilik. • namun, 14 hari setelah diterimanya Razan menjadi dokter cilik, ketika Razan, sedang mengobati salah satu pasien, dia mimisan, lemas, Dan seketika itu juga, dia tidak sadarkan diri, salah seorang temannya, Faris,yang mengetahui hal itu, langsung memanggil kedua temannya, izzat shatat, dan Raisya Abdurrahman Qania. Untuk menandu Razan menuju tenda posko medis, namun semuanya terlambat ketika sesampainya disana, Razan, si gadis kecil berhijab merah dan berompi putih itu, sudah tidak dapat lagi terselamatkan, Sang ibu, Shabreen, yang mendengar putrinya tiada, langsung mengucurkan air mata saking sedihnya. Ketika Shabreen bertanya yang terjadi pada putrinya sebelum kepergiannya kepada dokter, dokter pun mengatakan bahwa sebelum dia benar-benar tiada, dia sempat mengalami leukemia. Semua yang mendengar pun, ikut sedih dan berduka, Razanpun dimakamkan di pemakaman dekat kamp pengungsian, meski akhir hidupnya berakhir tragis, namun, bagi Ashraf dan Shabreen, putrinya adalah seorang murid yang sangat berjasa , baik dibidang pendidikan maupun kesehatan.

Comments

Loading...