Sebuah kisah reflektif yang merangkum dilema nyata remaja SMP masa kini dalam menghadapi godaan gawai dan tanggung jawab belajar. Mari temukan bagaimana Raka berjuang menyeimbangkan hiburan digital dengan masa depan akademisnya melalui cerita yang menggugah pikiran ini.
Generation Prompt(Sign in to view the full prompt)
Buatlah sebuah **Storybook (buku cerita bergambar) untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)** dengan tema pendidikan karakter dan literasi digital. **Judul: "Satu Notifikasi, Dua Pilihan: Tugas atau Gawai?"** **Tema cerita:** Dilema seorang remaja SMP antara menyelesaikan tugas sekolah tepat waktu atau bermain gawai untuk hiburan. ### A. Ketentuan Penulisan Cerita 1. Buat cerita pendek yang terdiri dari tepat 3 paragraf. 2. Setiap paragraf terdiri dari 4–6 kalimat dengan alur cerita yang jelas. 3. Gunakan bahasa Indonesia yang komunikatif, reflektif, menggugah pikiran, dan sesuai dengan perkembangan usia remaja SMP. 4. Gunakan tokoh utama seorang siswa SMP bernama Raka. 5. Cerita harus dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, khususnya kebiasaan menggunakan smartphone, bermain game, menonton video, dan mengakses media sosial. 6. Bangun konflik batin yang menggambarkan kebimbangan tokoh antara tanggung jawab menyelesaikan tugas sekolah dan keinginan bermain gawai. 7. Tampilkan dialog antartokoh yang alami dan bermakna. 8. Jangan memberikan penyelesaian yang terlalu mudah. Berikan kesempatan kepada pembaca untuk mempertimbangkan pilihan dan konsekuensinya. 9. Akhiri cerita dengan situasi reflektif yang mengajak siswa berpikir tentang keputusan terbaik yang seharusnya diambil Raka. ### B. Ketentuan Ilustrasi - Gunakan ilustrasi kartun 3D semi-realistis yang modern, menarik, dan sesuai dengan kehidupan remaja SMP. - Gunakan warna cerah, harmonis, dan estetis. - Pertahankan konsistensi wajah, pakaian, dan karakter Raka di setiap halaman. - Gambarkan suasana kamar belajar, meja dengan buku dan laptop, smartphone dengan notifikasi, serta suasana sekolah. - Tampilkan ekspresi wajah tokoh yang menggambarkan kebingungan, tergoda, menyesal, dan berpikir. - Gunakan ilustrasi yang mendukung suasana emosional cerita, bukan sekadar hiasan. ### C. Susunan Storybook **Halaman 1 – Cover** Judul: "Satu Notifikasi, Dua Pilihan: Tugas atau Gawai?" Ilustrasi Raka duduk di meja belajar, dengan buku tugas terbuka dan smartphone yang menyala penuh notifikasi. **Halaman 2 – Awal Konflik** Tampilkan paragraf pertama yang memperkenalkan Raka dan tugas sekolah yang harus dikumpulkan keesokan harinya. Namun, notifikasi dari teman-temannya mulai mengalihkan perhatiannya. **Halaman 3 – Dilema dan Konflik** Tampilkan paragraf kedua yang menggambarkan Raka mulai bermain gawai. Waktu terus berjalan, sementara tugasnya belum selesai. Gambarkan kebimbangan dan konflik batin Raka. **Halaman 4 – Refleksi dan Akhir Cerita** Tampilkan paragraf ketiga yang menggambarkan Raka menyadari konsekuensi dari pilihannya dan mulai mempertimbangkan tanggung jawabnya. Akhiri dengan pertanyaan reflektif, bukan sekadar nasihat. **Halaman 5 – Ayo Berdiskusi!** Tambahkan pertanyaan pemantik: 1. Mengapa Raka sulit mengendalikan keinginannya bermain gawai? 2. Apa konflik batin yang dialami Raka? 3. Menurutmu, apa konsekuensi jika Raka terus menunda tugasnya? 4. Apakah bermain gawai selalu berdampak negatif? Jelaskan pendapatmu. 5. Jika kamu menjadi Raka, keputusan apa yang akan kamu ambil? Mengapa? 6. Buatlah alternatif akhir cerita yang menurutmu lebih baik! ### D. Desain Akhir - Format buku cerita digital ukuran presentasi 16:9. - Gunakan font yang modern, besar, dan mudah dibaca. - Setiap halaman memiliki ilustrasi dominan dan teks yang tidak terlalu padat. - Gunakan tata letak profesional, menarik, dan cocok ditampilkan melalui Papan Interaktif Digital (PID). - Pastikan cerita mengandung nilai tanggung jawab, disiplin, pengendalian diri, manajemen waktu, dan literasi digital. Hasil akhir harus berupa Storybook digital yang mampu meningkatkan minat baca, kemampuan berpikir kritis, refleksi diri, dan keberanian siswa SMP dalam menyampaikan pendapat.