The Absurd Day in South Fridge - Fantasy stories

The Absurd Day in South Fridge

Story Description

Discover the whimsical world of South Fridge, where clocks show emotions and gravity occasionally shifts sideways. A surreal and heartwarming journey that celebrates the beauty of the nonsensical and the mysteries of the human mind.

Ratings:Not enough ratings
Language:English
Published Date:
Reading Time:1 minutes

Keywords

Generation Prompt

Di sebuah kota bernama Kulkas Selatan, semua orang hidup normal… kecuali satu masalah kecil: jam tidak menunjukkan waktu, tapi menunjukkan perasaan. Jam di dinding rumah Pak Rendi pagi itu menunjuk angka “agak kecewa”. Ia menghela napas. “Wah… berarti hari ini bakal ribet.” Di luar, tetangganya sedang menyiram tanaman plastik agar tidak haus secara emosional. Seekor ayam lewat sambil memakai headphone dan membaca buku filsafat tentang cara menjadi manusia yang gagal dengan elegan. Tiba-tiba langit berbunyi “klik”. Seperti remote TV ditekan. Semua orang berhenti bergerak selama 3 detik. Lalu… gravitasi berubah pikiran. Semua benda mulai jatuh ke samping. Motor meluncur horizontal. Air hujan turun ke arah warung bakso. Seorang bapak tetap santai minum kopi sambil berkata, “Ah iya, hari Selasa memang begini.” Pak Rendi mencoba berjalan, tapi trotoar tiba-tiba berubah jadi keyboard piano. Setiap langkahnya menghasilkan nada: DO — RE — MI — SALAH LANGKAH — FA. Seorang nenek muncul dari dalam lemari es umum kota. “Maaf ya,” katanya, “realitas lagi update sistem.” Di langit muncul loading bar: Updating Reality… 73% Seekor kucing raksasa muncul membawa clipboard. “Siapa yang pesan hari absurd?” tanya kucing itu profesional. Pak Rendi mengangkat tangan pelan. “Saya cuma mau beli roti…” Kucing itu mencatat. “Baik. Sebagai kompensasi bug realitas, Anda mendapat bonus: satu pertanyaan tentang hidup.” Pak Rendi berpikir keras lalu bertanya, “Kenapa saya sering merasa lupa sesuatu tapi tidak tahu apa?” Kucing itu tersenyum bijak. “Itu karena otak manusia menyimpan file bernama ‘perasaan aneh jam 2 pagi’. Tidak bisa dihapus.” Loading bar mencapai 100%. Reality Updated Successfully. Gravitasi kembali normal. Langit kembali diam. Ayam kembali jadi ayam biasa. Pak Rendi akhirnya sampai di toko roti. Penjualnya bertanya, “Mau roti apa?” Pak Rendi menjawab, “…yang rasanya seperti mimpi yang hampir saya ingat.” Penjual mengangguk paham dan memberinya kantong kosong. Pak Rendi pulang dengan bahagia. Karena entah kenapa… hari itu terasa benar, meskipun tidak masuk akal sama sekali.

Comments

Loading...